Keluarga
adalah Segalanya
Keluarga adalah tempat aku diajarkan sesuatu dari yang tidak aku ketahui menjadi tahu. Mulai aku diajarkan berjalan, berbicara, makan sendiri yang diajarkan oleh ibuku. Dan yang diajarkan oleh ayahku, aku Harus jadi orang yang bertanggung jawab, mengaku jika salah, tidak boleh membentak yang lebih tua dari kita. Dan masih banyak lagi ajaran-ajaran dari orang tuaku. Aku sanagt sayang kepada keluargaku.
Namaku Amora prisilia biasa dipanggil amora. Saat ini aku berumur
17 thn aku adalah anak satu-satunya di keluargaku. Ya bisa dibilang aku anak
tunggal. Aku dulu pernah mempunyai adik tapi adikku lebih disayang sama Allah.
Aku sekarang sekolah disalah satu yang ada di Bandung , aku masih kelas 2 SMA.
Aku senang sekolah disitu karena mempunyai teman baru. Abel dan Rara adalah
teman baruku. Aku sering bermain bersama Abel dan rara. Ibuku juga kenal dengan
Abel dan rara.
Waktu itu aku bermain dirumah Abel
dan aku lupa tidak memberi tahu ibuku. Aku pulang kerumah jam 5 sore dan
langsung dimarahi oleh ibuku karena aku bermain tidak memberi kabar kepadanya.
Dan diceramahi oleh ibuku sampai telinga ku terasa panas. Tapi aku tau yang
dilakukan ibuku itu untuk kebaikan aku sendiri. Sore itu
hujan deras sekali, aku masih belum pulang dari sekolah karena aku
mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sampai kegiatan beres tapi hujan belum
berhenti juga. Aku terpaksa pulang meski hujan deras. Sesampai dirumah aku
langsung ganti baju karena semua bajuku basah semua. Aku merasa kurang enak
badan dan pilek.
Ibuku langsung mengecek
keadaan suhu tubuhku ternyata badan ku hangat, ibuku langsung memberi makan
terlebih dahulu sebelum memakan obat pereda panas. Setelah makan obat aku
disuruh ibuku untuk tidur agar panas badanku jadi turun. Aku senang kalau
sakit ibuku lebih perhatian kepadaku, ya meskipun sakit ga ada yang enak. Dan
pagi harinya aku merasa sudah agak baikan.
Malam hari kami berkumpul diruang keluarga sembari menonton tv. Saling canda tawa bersama. Tiba-tiba ayah ku bertanya" amora bagaimana sekolahmu?". "Baik ayah" jawabku. " Kamu harus banggakan ayah sama ibu dengan prestasimu. Jangan terlalu banyak main dan ingat kamu tidak boleh pacaran dulu" kata ayah.
" Kalau kamu pacaran
prestasi mu akan turun" jawab ayah.
" Tapi aku udah punya pacar
ayah" jawabku. "Putuskan dia ayah ga mau prestasi kamu turun
gara-gara pacaran"bentak ayah.
" Aku gamau Ayah aku cinta sama
dia!"jawabku " Terserah kalau kamu tidak mau, tapi ingat kalau
prestasi kamu turun ayah akan kecewa sama kamu!"
"( hiks..hiks) ibu kenapa ayah
segitu marahnya sama Amora?"tanyaku " Amora dengarkan ibu, apa
yang dilakukan ayah kamu itu benar. Dia gamau anaknya disakiti oleh seorang
laki-laki, dia gamau prestasi yang kamu dapatkan akan sia-sia jika kamu sudah
mengenal pacaran" jawab ibu.
" Sudahlah Bu, ibu sama
aja sama ayah!" bentaku
Beberapa minggu setelah
kejadian aku dimarahi ayah, aku dapat kabar bahwa pacarku yang bernama Arkan
telah menyelingkuhi ku. Hati ku sakit, kecewa marah, dia yang selalu aku bela
didepan ayah ku tapi dia malah berkhianat kepadaku. Sepulang sekolah aku
langsung berlari ke kamar.
"( Hiks..hiks..hikss) Kenapa
dia jahat sama aku, kenapa aku disakiti seperti ini. Apa salahku sama dia
sampai tega mengkhianati ku!!"teriak aku. Tok tok tok" Sayang kamu
kenapa buka pintunya" tanya ibuku khawatirCklek. pintu terbuka"Sayang
kamu kenapa?"tanya ibu"Ibu Arkan jahat sama aku dia selingkuhi aku
hiks..hiks"jawabku "sudahnya sayang, jangan menangis lagi, dia tidak
pantas untuk ditangisi olehmu. Dia akan mendapatkan balasan karena telah
menangisi putri kesayangan ibu. Sudahnya jangan menangis :)"jawab ibu.
" Makasih ibu aku ga akan
nangis lagi gara-gara lelaki brengsek seperti dia. Makasih ibu karena
sudah pengertian kepadaku, mendengarkan keluh kesahku. Makasih banyak ibu aku
sayang banget sama ibu"jawabku sembari peluk.
Setelah kejadian
kemarin, aku lebih terbuka kepada ibuku, aku tidak nangis gara-gara cowo lagi.
Ternyata apa yang dikatakan ayahku benar, bahwa jika seseorang sudah
mengenal lawan jenis akan berubah sikapnya menjadi lebih memprioritaskan
pacarnya dibanding keluarganya. Aku tidak mau itu terulangi lagi. Aku akan
membanggakan kedua orang tua dengan prestasiku, ingin mencapai cita-citaku dari
kecil yang ingin menjadi dokter.
2 tahun kemudian
Sepulang sekolah, aku tidak
sabar ingin cepat-cepat sampai pulang ke rrumah untuk memberi kabar bahagia ini
." Ibu..ibu..ibuu" aku berteriak. " Ada apa amora, telinga
ibu sampai mau pecah denger suara kamu"tanya ibu. " Hehehe maaf ibu,
amora dapat kabar berita baik untuk ibu "jawabku. " Memangnya berita
baik apa amora?"tanya ibu kebingungan. " Ibu amora diterima
disalah satu universitas terfavorit dibandung"jawabku. "
Alhamdulillah, yang bener nak? Kamu sekarang harus benar-benar mencapai
cita-cita kamu. Buat ibu dan ayah kamu bangga sama kamu" ucap ibu. "
Siap ibu :) aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk menggapai cita-cita yang
aku inginkan" jawabku. " Ya sudah, sekarang kamu istirahat, besokan
kamu mau melihat kampus mu"ucap ibu. " SIAP KOMANDAN " ucapku
sambil hormat
7 tahun sudah berlalu, aku sekarang sudah berkerja menjadi dokter disalah satu rumah sakit di bandung. Aku bangga pada diriku bisa mencapai apa yang aku inginkan sejak kecil. Membanggakan kedua orang tua dengan usahaku sendiri . Memberangkatkan ibu dan ayahku ke tanah suci. Dulu aku memang pernah mengecewakan kedua orang tuaku. Tapi karna salah satu masalah, aku mengerti pentingnya keluarga bagiku. Karena keluargaku sangat menyanyangiku tidak ada orang yang selalu ada untuk ku kecuali keuargaku.
Makasih ayah ibu karena
kalian aku tau apa pentingnya menggapai masa depan. Memberi kehidupan yang
cukup layak untuku dengan jerih payah kalian. Mengarti kehidupan yang
sebenarnya. Aku bangga kepada kalian karena telah merawatku dari kecil, karena
kalian paling pengertian kepadaku meskipun aku suka manja pada kalian.


